Gunung Jayawijaya, Puncak
Tertinggi di Indonesia
Puncak
jayawijaya adalah puncak tertinggi di Indonesia yang terletak di Pulau Papua
lebih tepatnya di pegunungan jayawijaya. Gunung Jayawijaya adalah satu satunya
tempat di Indonesia yang terdapat salju. sering disebut salju abadi, karena
nama tersebut sesuai dengan kondisi puncak gunung yang memang tertutupi oleh
lapisan salju. Mendengar ada salju di puncak gunung di daerah tropis seperti di
Indonesia sepertinya mustahil. Daerah tropis memang tidak akan pernah mengalami
hujan salju maka sedikit aneh mendengar fenomena alam tersebut. Tapi memang
itulah kenyataannya yang mana salju di puncak gunung jayawijaya itu asli. Salju
yang menutupi puncak gunung Jayawijaya terjadi karena tingginya gunung tersebut.
Ketinggian gunung Jayawijaya menjadikannya sebagai salah satu dari 7 gunung
tertinggi di dunia (seven summits).
Begitu
mendengar 7 gunung tertinggi, para pendaki mana yang tidak tertantang untuk
menaklukannya. Menjerit sekeras – kerasnya di puncak tertinggi, merasakan
kemenangan karena telah berhasil menaklukan salah satu gunung tertinggi dengan
usahannya sendiri. Terlebih di Puncak Jayawijaya yang medannya sangat sulit,
dibutuhkan teknik khusus untuk berhasil menaklukan gunung jayawijaya ini dan hanya
pendaki – pendaki profesional saja yang diizinkan untuk mendaki Gunung
Jayawijaya. Karena puncak tertinggi antara Himalaya dan Andes ini memiliki tiga
titik pendakian tersulit dari lima titik pendakian.
Gunung jayawijaya ini banyak
dikenal oleh pendaki gunung sebagai Piramida Carstensz yang memiliki ketinggian
4.884 meter di atas permukaan laut. Salah satu puncak tertinggi di muka Bumi
ini telah menarik minat – gletser abadi di garis Khatulistiwa, terutama para
petualang dan pendaki gunung yang ingin mencapai gletser tertingginya di
kepulauan tropis Nusantara
Orang pertama
yang menaklukan Gunung Jayawijaya malah bukan orang Indonesia, dia adalah
Heinrich Harrer, bersama tiga temannya Huizinga, Kippax dan Temple. Heinrich
Harrer memutuskan untuk menaklukan Puncak Jaya Wijaya setelah kembali dari
tibet tahun 1950, dia kembali dari tibet setelah 12 tahun mengeskplorasi daerah
tersebut dan berhasil membuat maha karya yaitu sebuah buku yang sangat terkenal
berjudul “7 Tahun di Tibet”. Pada tahun 1962 Heinrich Harrer melakukan
perjalanannya ke Papua, Indonesia dan berhasil untuk pertama kalinya menjadi
penakluk Puncak Jaya Wijaya.
Menurut teori
geologi, awalnya dunia hanya memiliki sebuah benua yang bernama Pangea pada 250
juta tahun lalu. Benua Pangea pecah menjadi dua dengan membentuk benua Laurasia
dan benua Eurasia. Benua Eurasia pecah kembali menjadi benua Gonwana yang di
kemudian hari akan menjadi daratan Amerika Selatan, Afrika, India, dan
Australia. Pengendapan yang sangat intensif terjadi di benua Australia,
ditambah terjadinya tumbukan lempeng antara lempeng Indo-Pasifik dengan
Indo-Australia di dasar laut. Tumbukan lempeng ini menghasilkan busur pulau,
yang juga menjadi cikal bakal dari pulau dan pegunungan di Papua. Akibat proses
pengangkatan yang terus-menerus, sedimentasi dan disertai kejadian tektonik
bawah laut, dalam kurun waktu jutaan tahun menghasilkan pegunungan tinggi
seperti yang bisa dilihat saat ini. Bukti bahwa Pulau Papua beserta pegunungan
tingginya pernah menjadi bagian dari dasar laut yang dalam dapat dilihat dari
fosil yang tertinggal di bebatuan Jayawijaya.
JEJAK PETUALANG TRANS7
Menuju Puncak Carstensz Jayawijaya Indonesia
Video ini menceritakan tentang perjalanan yang harus dilalui
untuk mencapai puncak gunung Carstensz. Perjalanan dimulai dari kaki gunung, banyak
pendaki yang melakukan perjalanan ini. Sebelum mendaki, semua peralatan yang
dibutuhkan harus tersedia dengan lengkap dan rapi. Selain itu, fisik dan mental
para pendaki pun harus dalam kondisi yang baik dan fit. Perjalanan yang dilalui begitu curam dengan banyaknya bebatuan
di sepanjang jalan. Para pendaki juga, harus melalui jurang diantara lembah
untuk menyebrang ke sisi jalan gunung, dengan menggunakan tali sebagai
jembatan, dan harness sebagai
pengaman bagi para pendaki. Mereka harus melalui tali tersebut dengan cara
menggantung.
Setelah selesai, mereka masih harus melakukan pendakian
menuju puncak gunung. Namun, perjuangan mereka tidak sia-sia, para pendaki
tersebut berhasil mencapai puncak gunung Carstensz pada waktu yang sudah mulai
malam. Para pendaki tersebut pun terlihat sangat senang dan bangga telah
menaklukan “Si Gunung Carstensz dengan Salju Abadiya”.
GUNUNG JAYAWIJAYA
Puncak Jayawijaya Bersalju
Video ini menceritakan tentang
suatu tempat, dimana salju berada, di Indonesia. Salju yang yang selalu ada
walau musim berganti. Tempat itu adalah gunung Jayawijaya (Carstensz ), di
Papua, Indonesia. Ada enam puncak di gunung tersebut, dan salju abadi hanya ada
di empat puncak utama. Namun saat ini, salju yang berada di puncak gunung
Jayawijaya mulai menipis, dikarenakan kondisi Global Waming pada bumi.
Puncak Jaya adalah puncak
tertinggi dengan ketinggiannya yang mencapai 4884m diatas permukaan laut. Puncak
Jayawijaya disebut sebagai salah satu dari tujuh puncak gunung tertinggi di
Asia. Dahulu, puncak Jayawijaya merupakan dasar laut dari benua Asia, buktinya
adalah banyak ditemukan fosil kerang laut di puncak tersebut.
Puncak Jaya
Dari Wikipedia bahasa
Indonesia, ensiklopedia bebas
Artikel ini adalah tentang gunung
di Papua. Untuk kabupaten, lihat Kabupaten
Puncak. Untuk kegunaan lain, lihat dan Kabupaten Puncak Jaya
4.884 m (16.024 kaki)
|
|
Lokasi
|
|
Letak
|
|
Puncak Jaya ialah
sebuah puncak yang menjadi bagian dari Barisan Sudirman yang terdapat di Provinsi Papua, Indonesia. Puncak Jaya mempunyai
ketinggian 4.884 m dan di sekitarnya terdapat gletser Carstensz, satu-satunya gletser tropika di Indonesia, yang
kemungkinan besar segera akan lenyap akibat pemanasan global.Puncak ini
merupakan gunung yang tertinggi di Indonesia kawasan Oceania. Puncak Jaya adalah salah satu
dari tujuh puncak dunia.
Penemuan
Dataran
tinggi di sekitar puncak awalnya sudah dihuni sebelum adanya kontak dengan
bangsa Eropa, dan puncaknya dikenal sebagai Nemangkawi di Amungkal. Puncak Jaya
sebelumnya bernama Piramida Carstensz setelah penjelajah Belanda Jan Carstenszoon menamainya
ketika pertama kali melihat gletser di puncak gunung pada hari yang cerah pada
tahun 1623.
Padang salju
(gletser) Puncak Jaya berhasil didaki
pada awal tahun 1909 oleh seorang penjelajah Belanda, Hendrikus Albertus Lorentz dengan enam orang suku Kenyah yang direkrut dari Apau Kayan di
Kalimantan
Utara. Taman
Nasional Lorentz yang juga
meliputi Piramida Carstensz, didirikan pada tahun 1919 menyusul laporan ekspedisi ini.
Sejarah Pendakian
Pada tahun 1936, ekspedisi
Carstensz yang
diprakarsai Belanda, tidak mampu menetapkan dengan
pasti yang mana dari ke tiga puncak adalah yang tertinggi, memutuskan untuk
berusaha mendaki masing-masing puncak. Anton Colijn, Jean Jacques Dozy, dan Frits Julius
Wissel mencapai
padang gletser Carstensz Timur dan Puncak Ngga
Pulu pada 5 Desember. Karena gletser yang mencair, ketinggian Puncak
Ngga Pulu menjadi 4.862 meter, tetapi telah diperkirakan bahwa pada tahun 1936 (ketika gletser masih tertutup puncak seluas 13 kilometer
persegi), Ngga Pulu memang puncak yang tertinggi dengan ketinggian lebih dari 5.000
meter.
Setelahnya
Puncak Jaya tidak pernah didaki sampai tahun 1962, oleh sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh pendaki gunung Austria, Heinrich Harrer, dengan tiga anggota ekspedisi
lainnya, Robert
Philip Temple, Russell
Kippax, dan Albertus Huizenga. Philip Temple dari Selandia Baru, sebelumnya memimpin ekspedisi
ke daerah dan merintis rute akses ke pegunungan.
Pada tahun 1963, puncak ini berganti nama menjadi Puncak Soekarno, setelah
itu kemudian diganti menjadi Puncak Jaya. Nama Piramida Carstensz
sendiri masih digunakan di kalangan para pendaki gunung.
Gletser
Sementara
Puncak Jaya masih sedikit tertutup es, ada beberapa gletser di lereng, termasuk Gletser
Carstensz, Gletser Northwall Firn Barat, dan Gletser Northwall Firn Timur,
baru-baru ini dikabarkan lenyap.
Gletser di Puncak Trikora di Pegunungan Maoke menghilang sama sekali dalam
kurun waktu antara 1939 dan 1962. Sejak tahun 1970-an, bukti dari citra satelit
menunjukkan gletser Puncak Jaya telah menyusut
dengan cepat. Gletser Meren mencair antara tahun 1994 dan 2000. Sebuah ekspedisi yang dipimpin
oleh Lonnie Thompson paleoclimatologist pada tahun 2010 menemukan bahwa gletser menghilang pada tingkat
ketebalan 7 meter per tahun dan akan lenyap sama sekali pada tahun 2015.
Nama Lain
Nama-nama/ejaan
lain:
- Nemangkawi
- Puncak Jayawijaya
- Ngga Pulu ("Ngga" berarti gunung)
- Gunung Carstensz
- Piramida Carstensz
- Puncak Carstensz
- Puncak Jayadikesuma
- Ndugundugu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar