Kamis, 24 Maret 2016

SOP PERALATAN PEREKAM GAMBAR, SUARA, DAN LIGHTING



Categories: Media Elektronik

 

Kamera video mungkin sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita. film, iklan, berita yang menghiasi televisi adalah hasil dari kamera video. Setiap stasiun televisi memiliki standar video yang layak untuk ditayangkan dalam program acaranya, dengan demikian untuk memenuhi standar tayangan-tayangan yang berkualitas di butuhkan tenaga ahli yang handal dalam mengoperasikan kamera video tersebut.

Untuk memenuhi standar tersebut, maka kamera profesional harus di setting terlebih dahulu. Ada beberapa langkah dalam men'setting' kamera profesional agar hasilnya sesuai dengan standar broadcast. berikut langkah yang perlu dilakukan seorang kameraman sebelum mengambil gambar sesuai SOP (Standar Operasional Procedure) : 
  1. Pertama-tama masukan VCR (Video Cassette Recorder) pada VTR (Video Tape Recorder)
  2. Reset timecode ke 00.00.00 untuk mengetahui durasi yang terpakai
  3. Untuk lebih mudah mensetting kamera video profesional dengan menga'Auto'kan, lalu di pindahkan lagi ke manual setting.
  4. Setting filter color untuk cahaya ke kuningan (dalam ruangan) 3200 derajat kelvin, untuk cahaya putih (dalam ruangan) 5000-5600 derajat kelvin, sedangkan untuk diluar ruangan (out door) 5600 derajat kelvin, jika cahaya sangat terik tambahkan filter ND (Neutral Density) untuk mengurangi intensitas cahaya kuat yang masuk.
  5. Lakukan WB (White Balance) agar warna putih yang terekam sesuai dengan keadaan cahaya. WB dapat dilakukan dengan men'zoom' kamera ke benda putih di sekitar, lalu blurkan fokus dengan memutar ring fokus pada lensa (fokus terlebih dahulu di manualkan), lalu tekan tombol white balance sampai muncul 'white balance ok' pada view finder / sampai muncul logo white balance, setelah itu fokuskan kembali pada objek.
  6. Buka dan setting iris agar cahaya yang masuk sesuai sehingga gambar tidak terlihat flat atau gelap.
  7. Yang tidak boleh tertinggal adalah setting audio level jangan sampai under atau over.
  8. Kamera siap untuk digunakan

NB :
  • Jika kamera digunakan pada ruangan berbeda dengan tingkat intensitas cahaya yang berbeda, maka harus dilakukan White Balance lagi dan harus mengatur iris lagi.
  • Jika pengambilan gambar di luar ruangan (out door) maka iris harus di pantau terus karena intensitas cahaya terus berubah,.
Memastikan kondisi kamera dalam keadaan baik saat proses peliputan sangatlah penting. Hal ini dilakukan untuk menjaga dan meminimalisir hal-hal yang tidak kita inginkan saat proses peliputan berlangsung. Yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
  1. Lakukan pengecekan fisik kamera secara menyeluruh dan peralatan pendukung. Misalnya cek body kamera, lensa kamera, baterai, kaset, mikrofon, kabel, tripod, dll. Pastikan semuanya dalam kondisi siap pakai.
  2. Bersihkan kotoran yang menempel pada  komponen kamera seperti body kamera maupun lensa kamera menggunakan tissue kamera dan splasher (penyemprot khusus)
  3. Pastikan bahwa kaset sudah dimasukkan dalam VTR kamera
  4. Reset Time Code menjadi 00:00:00 hal ini dilakukan untuk mempermudah kita mengetahui total durasi yang digunakan. Cek juga tomblo retreview dalam kondisi normal
  5. Buat color bar selama kurang lebih 10 detik. Color bar berfungsi sebagai pembatas item/tema setiap segmen. Perhatikan betul gradasi warna yang nampak pada view finder atau LCD kamera. Ini akan memudahkan editor saat mengedit video.
  6. Setup audio untuk atmosfer dan wawancara, lakukan pengecekan menggunakan mic dan dengarkan menggunakan headset untuk memastikan bahwa mice berfungsi. Sebaiknya audio tidak melebihi 10 dessible. Jika lebih dari itu, maka audio yang dihasilkan pecah.
  7. Periksa filter kamera. Penggunaan filter yang salah akan menyebabkan hasil gambar menjadi bluish/greenish/yellowish.
  8. Lakukan juga setup white balance menggunakan kertas putih dan letakkan pada lokasi dengan pencahayaan dominan. Kesalahan saat mengatur white balance akan berpengaruh pada warna objek saat direkam.
  9. Cek fungsi-fungsi yang terdapat pada kamera seperti iris, fokus, dan tombol zoom. Pastikan semuanya berfungsi dengan baik.
  10. Ulangi pengecekan sebelum berangkat liputan (jika tidak terdesak) pastikan semuanya dapat digunakan.
  11. Setelah selesai peliputan, pastikan kamera dan peralatan pendukungnya masih seperti awal saat akan dipakai. Jika ada kerusakan, segera melapor pada divisi maintenance.


SOP Alat Perekam Suara (Microphone)


 

Menggunakan Microfon (Mic) dengan Baik dan Benar

Mic adalah alat elektronik yang dapat merubah getaran suara menjadi getaran listrik, kegunaan alat ini adalah untuk berbicara ataupun bernyanyi. Banyak diantara kita menggunakan mic menurut yang kita inginkan tanpa memikirkan resiko yang terjadi, beberapa kerugian bila kita kurang pas dalam memegang mic diantaranya SOPadalah suara yang keluar dari speaker akan berubah dan tidak sesuai dengan harapan kita atau terjadinya feed back.
Penjelasan mengenai tips memegang mikrofon di atas adalah khusus untuk penggunaan pada mic yang berjenis genggam baik itu dengan kabel ataupun tanpa kabel (wireles mic). Ada macam-macam mikrofon yang sering digunakan diantaranya yaitu:
  • Mikrofon dinamik, yaitu jenis yang berbentuk batangan baik itu dengan kabel ataupun tanpa kabel, jenis ini menggunakan komponen dinamik dengan bentuk spull yang khas, pemakaian dengan cara digenggam dengan jari tangan penuh, digunakan untuk bernyanyi dan berbicara.
  • Mikrofon kondenser, adalah jenis yang berbentuk kecil kira kira seukuran kancing baju, dipakai oleh penyanyi dengan gerakan yang aktif, pada pemakaiannya tidak perlu digenggam atau dipegang karena dapat diselipkan pada pakaian ataupun dipasang di dekat mulut menggunakan alat yang dipasang di kepala.
  • Mikrofon untuk alat musik, jenis mik ini biasanya dipasang pada alat musik seprti drum, biasanya mik yang dipasang terdiri dari satu set yang lengkap, untuk menghasilkan suara yang bagus maka penggunaan mik khusus untuk alat musik sangat dianjurkan.

SOP Peralatan Lighting Videografi

 

Seperti yang sudah sering kita dengar bahwa cahaya adalah unsur tata artistik yang paling penting dalam pertunjukan sebuah teater atau produksi film. Tanpa cahaya maka penonton tidak dapat menyaksikan apa-apa karena gelap tidak bisa dilihat. Secara sederhana ada dua jenis sumber pencahayaan, yakni pencahayaan alami (natural) dan pencahayaan buatan (artificial).

Shooting adalah melukis dengan teknik bermain cahaya, maka dari itu cahaya adalah salah satu pertimbangan paling penting bagi seorang Kameraman. Menyinari objek artinya memberikan pencahayaan agar objek atau subjek bisa terlihat jelas sesuai konsep film itu sendiri. Tidak semua bayangan itu diperlukan namun tidak semua bayangan juga tidak diperlukan. Dengan pencahayaan tertentu bayangan bisa dihilangkan, dikurangi, atau bahkan ditambah.

Dalam kaitanya dengan peralatan shooting, jenis-jenis lighting beserta kelengkapanya sangat banyak sekali. Perawatan dimaksudkan sebagai usaha preventif atau pencegahan agar peralatan tidak rusak atau tetap terjaga dalam kondisi baik dan siap beroperasi.

Disamping itu perawatan juga  dimaksudkan sebagai upaya memperpanjang usia pemakaian alat, untuk menyetel atau memperbaiki kembali peralatan shooting yang sudah terlanjur rusak atau kurang layak sehingga siap untuk dipergunakan kembali.

Nah, berikut ini beberapa bagian penting dalam peralatan lighting yang harus diperhatikan kelayakan dan kondisinya secara berkala :
1. Bohlam Lampu
Lihat keseluruhan kondisi fisik, untuk beberapa jenis bohlam biasanya akan gosong bila putus atau rusak. Bohlam tidak boleh dipegang karena sentuhan tangan akan meninggalkan sidik jari berupa lapisan lemak tipis, akibatnya temperatur di tempat yang kena pegang akan berlebih dan memicu bohlam cepat putus bahkan pecah ketika high temp. Apabila sudah terlanjur cukup dibersihklan dengan alkohol 70% atau dilap secara merata.
2. Kabel
Merawat kabel bukan bicara sekedar hanya cara menggulungnya, pada pemakaian tahunan biasanya kabel mulai getas, selongsongnya mengeras atau kaku, pastikan tidak ada kerak putih korosi. Sebelum digunakan cek kabel dengan Multitester antara ujung soket sampai casing head lampu, pastikan tidak ada koneksi diantaranya.
3. Stand Lampu
Sebelum disimpan, pastikan standlampu terlipat pada posisi yang benar dan dimasukkan kembali dalam tas. Pastikan juga kaki-kaki stand tidak terbentur, karena kaki-kaki stand yang terbentur terlalu keras berakibat   penyok sehingga kaki-kaki didalamnya tidak dapat dikeluarkan atau sebaliknya.
4. Bandoors
Sesuai dengan fungsinya, yakni mengarahkan sudut pencahayaan agar lebih terarah pada bagian objek dan menghilangkan efek flare/fog saat lampu berhadapan dengan kamera. Lipat kisi-kisi atau helai dengan hati-hati sebelum maupun sesudah digunakan, karena kisi-kisi yang lecet bisa mempengaruhi warna pantulan lampu.


Penting : Jika tidak merasa yakin untuk melakukan kegiatan menyetel atau memperbaiki sebaiknya serahkan kegiatan perawatan ini pada mereka yang profesional. dibandingkan dengan resiko  yang mungkin akan timbul seperti bertambahnya kerusakan dll, maka mencari bantuan mereka yang profesional merupakan pilihan bijak.


SUMBER:



http://fauzyalfalasany.blogspot.co.id/2011/12/sop-kamera-video-profesional.html
http://upntelevisi-jawatimur.blogspot.co.id/2012/09/sop-pengoperasian-kamera.html 
http://tokokaraoke.com/blog/tips-dan-cara-tepat-menggunakan-microfon  
http://rumahpublicspeaker.com/index.php/2015/11/30/trik-menggunakan-microfon-mic/


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar