Kamis, 14 Juli 2016

CeritaPengalaman: "Bronkhitis"


👩 Bronkhitis adalah salah satu penyakit yang disebabkan virus yang menyerang saluran pernafasan yaitu bronkus (cabang saluran ke paru-paru). Dan hal ini yang pernah terjadi padaku, saat itu umurku baru saja menginjak 6 tahun dan aku pun tak mengerti tentang penyakitku ini. Aku tak ingat semua gejala yang terjadi pada tubuhku. Tapi mamah bilang, dulu aku sering sekali mengalami batuk-batuk hingga berminggu-minggu, selain itu aku juga sering tidur dengan tidak memakai selimut bahkan dengan tidak memakai baju, mamah bilang ini karena aku selalu merasa gerah.☀

Ketika itu hanya kakak yang menyadari ada yang tidak beres pada tubuhku dan menyarankan orang tuaku untuk membawaku berobat ke rumah sakit. Akhirnya aku pun dibawa ke sebuah rumah sakit bernama Serumpun Bambu yang berada di daerah Cimahi, Jawa Barat. Disana aku menjalani banyak tes. Tentunya bukan tes seperti yang diberikan guru atau pun seperti tes pelajaran. Tapi serangkaian tes seperti tes darah, tes dahak, tes rongsen, dan lainnya. Setelah menjalani banyak tes. Dokter yang memeriksaku berkata bahwa paru-paruku sudah mulai terkena virus dan seperti berlubang, tentunya hal ini bukan tanpa sebab. Dokter bilang hal ini dikarenakan adanya zat dari asap rokok yang mengendap merusak saluran bronkus di paru-paruku. Dan menurutku dokter itu memang benar, orang tuaku khususnya ayahku adalah seorang perokok aktif yang selalu merokok di dekatku. Dan aku pun mau tak mau ikut menghirup asap rokok yang berbahaya itu.

Dokter menyarankan agar aku menjalani rawat jalan, yaitu melakukan pengobatan rutin dan berkala dengan waktu yang telah ditentukan. Dokter memberikan hanya satu obat saja padaku, namun obat tersebut adalah obat racikan berbentuk serbuk yang dibungkus kertas khusus dan tentunya dengan takaran yang sesuai. Obat ini hanya dibuat oleh dokter dan tidak dijual di apotek manapun. Aku tau, pasti obat yang ku minum ini bukan hanya terdiri dari satu obat saja. Namun terdiri dari banyak obat-obatan yang kemudian diracik dan dibuat serbuk. Dokter melakukan hal itu karena kondisiku yang memang masih anak-anak dan tidak dapat meminum obat tablet atau kapsul apalagi dengan komposisi yang banyak.

🏩 Selain itu, aku juga harus selalu melakukan cek darah. Aku lupa entah dua minggu sekali atau satu bulan sekali aku melakukan hal itu. Dengan usiaku yang masih terbilang kecil, melakukan cek darah menggunakan jarum suntik dan dilakukan tidak hanya satu kali, membuat aku sedikit merasa takut dan trauma. Namun, aku bersyukur ada mamah dan ayah yang selalu berada di dekatku dan menjagaku.


Di setiap harinya, aku harus selalu meminum obat yang sangat pahit itu tiga kali dalam sehari dengan didukung oleh asupan makanan yang bergizi pula. Dan pastinya harus selalu menghindari asap rokok, karena jika sedikit saja menghirupnya maka hidungku akan merasa sakit dan batuk-batuk.

Pengobatan ini kulakukan hingga satu tahun lamanya, hingga dokter benar-benar men-diagnosa (dipastikan, ditentukan, ditepatkan) bahwa aku sudah sembuh total. Tetapi tetap dokter menyarankan pola hidup yang sehat harus aku dapatkan. Dokter juga bilang bahwa olahraga air, seperti renang, bagus dan baik untuk kesehatan paru-paruku agar menjadi kuat dan sehat.

Hal itu merupakan pengalaman yang benar-benar membuatku benci akan rokok. Setelah aku sembuh dari penyakit itu aku pun kembali bebas untuk dapat bermain dan bersenang-senang bersama teman-temanku kembali. Nah, untuk pembaca jangan sampai kalian terkena penyakit ini yaa, jagalah selalu paru-paru kalian agar tetap bersih dan jauhilah asap rokok. Sekian dan semoga bermanfaat yaa, eitsss jangan lupa juga untuk memberikan komentarnya 😉😃😄😊😁👌👍👧






Selasa, 12 Juli 2016

CeritaPengalaman: "Mamah"


Salah satu tokoh teladan dalam keluarga saya adalah mamah. Ya, pasti banyak diantara kalian yang sangat mengidolakan mamah dan sangat mencintainya. Dialah seorang ibu yang sangat berjasa bagi kita semua para anak. Dan mamah saya, beliau adalah orang yang sangat luar biasa. Beliau selalu melakukan yang terbaik hanya untuk kebaikan anaknya. 

Mamah adalah seorang ibu rumah tangga seperti kebanyakan wanita lainnya. Mamah selalu baik dan perhatian, meskipun ia sedang marah tetapi marahnya adalah bentuk dari perhatian dan kasih sayang. Beliau tak kenal lelah bahkan saat ia sedang sakit. Mamah, ia adalah orang yang rela mengorbankan apapun, harta bahkan nyawa demi kebahagiaan anaknya.

Mamah saya termasuk  orang yang sangat khawatiran, ia selalu memperlakukan saya seperti anak kecil dan bisa dibilang selalu dimanjakan. Mamah selalu menanyakan keadaan saya kapan pun dan dimana pun, baik di sekolah atau diperjalanan. Ia selalu bertanya tentang kabar, teman dan tentang pelajaran, tak lupa ia selalu mengingatkanku untuk selalu tepat waktu dalam mengerjakan ibadah (shalat). Hal itu membuat saya sangat bersyukur dapat memiliki seorang ibu yang selalu perhatian dan sayang. Tapi mungkin ada sebagian orang yang akan merasa risih jika diperlakukan seperti itu (seperti anak kecil).

Di rumah pun begitu, mamah selalu saja cerewet. Sebenarnya hal tersebut bagus dan baik, tetapi terkadang saya juga jadi merasa risih dan kesal, bahkan saya juga bisa sampai marah terhadap hal tersebut. Dan itulah yang kadang membuat saya menyesal dan sedih. Rasa sedih itupun saya tuangkan dalam do’a dan usaha untuk memuat mamah merasa bahagia dan bangga terhadap saya.

Mamah merupakan orang yang sangat tegar, sangat kuat. Beliau rela dihina dicemooh oleh orang lain, bahkan oleh tetangga sendiri hanya untuk melihat anaknya bahagia. Mamah tak sedikit pun merasa malu atau gengsi. Beliau juga yang selalu tidur lebih larut untuk mendoakan anaknya dan bangun lebih pagi untuk menyiapkan segala kebutuhan anaknya.

Tak ada yang bisa saya tuliskan untuk menggambarkan luar biasanya jasa mamah, besarnya kasih mamah dan tulusnya cinta mamah. Harapan beliau untuk melihat anaknya sukses, itulah yang menjadi motivasi saya untuk menjadi yang terbaik.

Sekian yang kali ini dapat saya bagi, semoga cerita ini bisa membuat kalian lebih hormat dan sayang pada orang tua. Jangan lupa komentarnya yaaa :)





Senin, 11 Juli 2016

CeritaPengalaman: "Jerawat"



Hai semua, kali ini aku mau berbagi cerita tentang si kecil mungil yang bikin jengkel.. Ya, mungkin sebagian besar para remaja pernah ngalamin ini, dan sebagian besar pula ada yang merasa tidak PD (percaya diri) dengan kemunculannya, siapa dia? Dia adalah si kecil merah yang bernama “Jerawat”. Dan pada kesempatan ini aku mau berbagi cerita sekaligus pengalaman tentang si jerawat ini. Semua ini berawal ketika aku duduk dibangku kelas satu SMP, waktu itu aku yang masih sangat lucu dan polos,..Jhaa..hehe sangat tidak mengerti dengan adanya jerawat dimukaku ini. Awalnya muncul bintik merah di hidungku, yang membuat hidungku gatal dan sakit..dan lama-lama bintik itu semakin membesar dan seperti berisi nanah, lalu aku pun akhirnya menanyakan hal ini kepada mamah tercinta. “Mah, mah..lihat..kok di hidung leni ada bisul sih??” Mamah pun bingung dengan pertanyaan yang aku ajukan, tapi akhirnya mamah bersedia untuk menjelaskan apa yang terjadi pada hidungku ini. Mamah bilang, itu adalah jerawat bukan bisul dan artinya itu adalah tanda-tanda masa pubertas. Dengan penjelasan mamah yang malah bikin aku bingung, akhirnya aku pun berinisiatif untuk mencari tau sendiri mengenai jerawat di internet. Singkat cerita... akhirnya aku mengetahui apa itu jerawat, penyebabnya dan cara menghilangkan. 

Selama di SMP, si jerawat ini tidak begitu mengganggu, karena memang kemunculannya yang jarang. Dan bila muncul, pasti adanya di hidung, hehe.. Ok, perang antara aku dan jerawat dimulai saat aku melanjutkan sekolah ke SMK, yaa sebenarnya ke SMK itu bukan pilihan aku sendiri, oleh karena itu selama beberapa waktu aku pernah mengalami stress yang cukup berat dan membuat kemunculan si jerawat ini semakin menjadi-jadi. Ditambah lagi dengan kegiatan belajar di SMK yang mengharuskan siswanya untuk berangkat pagi dan pulang hingga sore bahkan ada yang hingga malam. Selain itu, pelajaran di SMK itu banyaknya minta ampun, disini selain belajar pelajaran jurusan, kita juga tetap belajar pelajaran umum. Huft..sangat melelahkan..

Selama di SMK banyak sekali kegiatan yang menantang fisik maupun mental, disana kita benar-benar dilatih dengan keras, ya kaya sekolah di AKMIL aja, soalnya disini itu kita semua anak SMK dipersiapkan untuk nantinya kerja di industri dengan baik dan siap, tapi seru sih kalau dijalaninnya dengan have fun. Baru satu tahun di SMK, banyak sekali perubahan yang terjadi pada hidupku baik positif maupun negatif, termasuk pada mukaku ini, jerawat benar-benar sangat merusak wajahku ini. Bukan hanya di hidung tapi kini jerawat sudah menyerang bagian jidad, dagu, dan pipi. Dan ini benar-benar membuat aku semakin stres. Membuat aku jadi minder dan malu untuk bersosialisasi diluar lingkungan. Yap, jadi sekarang ini aku lebih banyak diam di dalam rumah daripada, bermain di luar. Kalau aku laki-laki sih ga masalah, tapi kalau perempuan kan bikin jadi turun mental dan ya ngertilah, hehe.

Semenjak itu, aku pun memeriksakan jerawat ini ke dokter, awalnya sih ke dokter umum dan disana dokter pun kaget melihat mukaku ini, dokter bilang ini sudah parah dan harus segera ke spesialis kulit. Tapi dokter tersebut tetap memberikanku obat, yaitu berupa salep TERIKORTIN dan obat tablet untuk diminum. Setelah berobat, memang jerawat mulai berkurang tapi ini tidak sembuh total. Hingga akhirnya aku pun pergi ke rumah sakit untuk berobat ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Saat berobat dokter bilang jerawat pada mukaku ini jerawat batu, dan cukup parah.. sebenarnya semua jerawat bisa hilang dengan sendirinya. Dan faktor terbesar dari jerawat adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh. Dokter tersebut pun memberi aku lima macam obat, yaitu 2 cream yang terdiri dari tabir surya dan cream malam, lalu obat untuk diminum, sabun untuk pencuci muka dan satu botol cairan infusan Hcl untuk mengompres jerawat bila pecah. Singkat cerita, setelah satu minggu ternyata obat yang diberi tidak membuahkan hasil apapun. Huft..mungkin memang belum waktunya sembuh, hehe

Dan sebenarnya inilah yang menjadi masalah, memang beruntung orang yang memiliki kulit wajah yang halus dan mulus tanpa jerawat, tapi akan lebih baik kita yang mengalami jerawat ini untuk tidak selalu mengeluh dan menyesalkan apa yang sudah terjadi. Berpikirlah bahwa semua ini adalah cobaan dari yang maha kuasa, buatlah dirimu untuk selalu yakin akan adanya waktu untuk kesembuhan. Dan sesungguhnya dibalik kesulitan pasti akan tiba hari dimana akan ada kesenangan dan kebahagiaan.

Inilah yang kusadari, mungkin orang akan berkata ini sangat lebay atau apalah.. tapi inilah yang kurasakan, mereka yang tidak merasakan dan hanya berkata yang membuat sakit hatimu. Percayalah bahwa selalu ada hikmah dibalik semua ini, lalu apa hikmah yang dapat ku ambil?? Aku jadi bisa belajar untuk lebih bersabar, tidak selau mengeluh, dan berusaha untuk selalu semangat.
Kalian akan merasa cape, kalau kalian selalu mengeluh dengan hidup ini, syukuri saja semuanya. Janganlah kalian selalu melihat keatas, ada yang lebih parah dari kita. Memang kalau kita ingin membandingkan dengan yang lebih, pasti tidak akan ada habisnya..karena pasti akan ada yang lebih baik dan lebih baik lagi. Berkata saja memang mudah, tapi tidak ada salahnya kita memotivasi diri ini sendiri. Ya, mungkin ini cerita yang bisa kubagi, semoga ada manfaatnya ya untuk kalian..





Jumat, 01 Juli 2016

BIOGRAPHY OF MY SELF




            Hai,.. Nama saya  Leni Mauliani, biasa dipanggil Leni. Saya kelas X TP4 –A di SMKN 1 Cimahi. Saya lahir di Cimahi pada tanggal 6 Juli 1999. Saya merupakan anak kedua dan bungsu dari 2 bersaudara. Saya saat ini tinggal bersama kedua orang tua. Ayah saya bernama Eman Sulaeman dan Ibu saya bernama Tintin Treniasih. Saya memiliki seorang kakak perempuan yang bernama Lina Kurnia, dia suadah menikah dan memiliki tiga orang anak. Sehingga saya pun menjadi seorang tante, saya biasa di sebut bibi kecil oleh ketiga keponakan saya. Keponakan pertama sudah berusia 12 tahun, yang bernama Avivah Nur Rohmah, keponakan yang ketiga bernama Gaida Nur Azahra, dia saat ini berusia 9 tahun dan keponakan saya yang terakhir, dia laki-laki dan bernama Muhammad Arfan Sidiq.


            Riwayat pendidikan sya dimulai pada saat masuk TK Nur Saadah yang masih bertempat di cibogo, kemudia di umur 7 tahun saya melanjutkan sekolah ke SD Budhi Luhur, disana mulanya saya tidak begitu pandai bergaul, sehingga sering di sebut sebagai Si Pendiam,  tetapi ibarat peribahasa “air tenang, menghanyutkan”.. Orang diam biasanya berilmu tinggi, walaupun saya seorang yang pendiam tetapi saya dapat berprestsi di sekolah, dan minimal meraih rengking 3 besar di kelas. Dulu saya sangat hoby menggambar dan mulai mengikuti beberapa perlombaan di SD, Alhamdulillah, ada prestasi lain yang dapat di capai selain pringkat di sekolah, walaupu lomba menggarmbar tersebut hanya sampai tinggkat Kota.


Beda dengan sikap di rumah, ada sedikit rasa canggung saat ingin bersosialisasi di lingkungan rumah, dikarenakan lingkungan yang menurut saya kurang baik. Lingkungan yang saat itu masih minim tentang tata cara etika, membuat saya memilih untuk bermain di rumah bersama keponakan, walau kadang membosankan. Tetapi, seirin waktu. Lanjut, tentang riwayat pendidikan, setelah saya lulus SD dengan hasil UN yang tidak terlalu memuaskan. Saya optimis untuk melanjutkan sekolah ke SMPN 2 Cimahi, petualangan hidup pun dimulai, suasana baru yang beda dan awalnya membuat grogi,saya berusaha membiasakan diri. Banyak teman yang peduli dan baik tapi tak jarang pula teman yang bersikap bulliying. Dan hal tersebut terjadi pada saya, saat duduk di bangku kelas delapan SMP.

            Saya ingin berbagi kisah hidup yang ungkin ada yang mengalaminya pula. Di awali saat pertama masuk kelas delapan, awalnya merasa semangat bertemu dia, tapi awal semester satu saja, saya mulai meras tidak cocok berteman dengannya. Dia orang ynag baik, tapi juga jahat. Menganggap saya orang yang dapat diandalkan dia mulai memanfaatkan saya, pertama sih saya merasa tidak masalah. Tapi dengan keadaan yang kurang baik, saya memutuskan untuk menegurnya dengan tegas. Dan apa reponnya? Dia, malah tidak terima walau saya menegurnya dengan baik. Di situasi tersebut, saya mulai merasa tidak nyaman dengannya, di membuli saya awalnya hanya dengan pembicaraan. Lama kelamaan dia mulai main bentak, bak seperti di film drama saja, lucu sih, tapi menyakitkan. Dengan keadaan saya yang mudah menangis, dia makin senang membuli saya, tak tau apa pikirannya. Tapi saya pun tak ingin merasa benar, introkpeksi diri dan mengambil hikmah itulah yang terbaik. Saya, tidak menceritakan secara detail.


            Lanjut, tentang riwayat pendidikan, setelah lulus dari SMP dengan hasil NEM yang sangat tidak memuaskan . saya mencoba mendaftarkan diri ke SMKN 1 Cimahi. Disitu, tantangan muncul kembali. Awalnya memang tidak terpikirkan untuk mendaftarksn diri ke sekolah tersebut dan itu disarankan dari orang tua. Tapi apa boleh buat, untuk membanggakan orag tua. Awal ingin mendaftar diri sebagai calon siswa, banyak sekali informasi yang saya belum ketahui. Selain itu, banyak pula kendalanya, salah satunya saat di perjalanan motor mamah seringkali mogok dan pernah saat di SMK, saya salah menggunakan pakaian, yang seharusnya menggunakan seragam sekolah SMP, saya malah menggunakan  pakaian bebas.


            Di samping tentang pendidikan dan sekolah, saya pun ingin  berbagi pengalaman mengenai kehidupan. Dalm kehidupan pasti ada masalah, dan janganlah kamu mengeluh ataupun berputus asa dalam hal tersebut karena cara terbaik menyelesaikan masalah adalah dengan menghadapinya, tentu dengan hati iklhas. Banyak sekali masalah dalam hidup saya ini, mulai dari orang tua yang usahany tertipu terus, sehingga bangkrut dan rumah satu-satunya harus dijual. Sampai pada saat itu saya dan orangtua harus tinggal di rumah yang hanya temboknya dilapisi oleh seng bekas. Apa yan bisa saya lakukan, yaitu menghadapinya dan selalu berdoa kepada yang maha kuasa.Saya termasuk orang yang sakit sakitan, saya di umur 6 tahun di diagnosa oleh dokter, mengidap penyakit Bronkhitis, dan hal tersebut disebabkan oleh asap rokok. Ayah saya adalah seorang perokok berat, dan untuk saya dapat sembuh, membutuhkan waktu pengobatan selama 1 tahun. Alhamdulillah, saya dapat melewati itu semua . hidup memanglah tak mudah untuk di hadapi, tapi dapat kita jalani.


            Selain itu, saya juga memiliki pengalaman menyeramken sekaligus membuat saya ketawa, saat dulu lingkungan rumah saya, sering orang percaya mengenai mahluk halus seperti tuyul. Tuyul adalah mahluk halus suaruhan orang untuk berbuat tidak baik, yaitu untuk mencuri uang. Di siang hari ketika kakak say sedang tidur tiba-tiba terbangun karena, merasa anak kakak saya tersebut mengompol. Dan tiba-tiba dia melihat sesosok asap putih keluar dari balik tembok, awalnya asap tersebut menggumpal dan akhirnya membentuk sebuah tubuh seperti seorang anak kecil yang botak.


            Sontak, dengan spontan kakak saya langsung menutup dirinya degngan selimut dan mulai membaca surah yang dihafalnya. Dengan seketika, mahluk tersebut hilang, tetapi uang kakak saya pun ikut hilang. Ada lagi ceriat lainnya, yaitu di tengah malam, orang biasa bilang jika mendengar suara anak ayam dan air menetes, walaupun tidak ada, itu berarti akan ada mahluk halus perempuan berambut panjang mengenakan baju putih yang panjang, yang biasa disebut dengan kuntilanak. Hal tersebut, ternyata terjadi pada kakak saya lagi dan ini lebih menyeramkan, karena setelah dia mendengar suara-suara tersebut, dia langsung melihat hantu itu sedang duduk di kakinya dengan posisi membelakanginya. Dia merasa kakinya dingin dan berat, ingin rasanya dia lari, tetapi badannya kaku seperti terpaku. Dan dia tidur sendiri di kamar yang sedang di kunci. Dan dia seketika tak sadarkan diri.Dari peristiwa itu, kakak saya sering kesurupan dan tak sadarkan diri secara tiba-tiba. 


            Banyak cerita lainnya yang seru dan menarik. Tetapi tidak dapat say seritakan secara banyak dan detail. Mungkin, ini dapat menjadi inspirasi dan manfaat untuk semuannya.




CONTOH PUISI "PAHLAWAN TANPA TANDA BAHASA"








Pahlawan Tanpa Tanda Bahasa
Karya: Leni Mauliani


Ku melirik mata sepenoleh padanya
Tak sedikit pun ia menghiraukan tampilanku
Paham hanya dengan bicara padanya
Lisan mencoba diam menahanku

Tetap saja ku sedikit peduli
Melihat dan mendengar tentang ia
Ku bicara menghargai suasana, tetap saja ia tuli
Hanya balasan singkat yang menyelip dalam telingaku

Senyum bosan dalam ekspresi wajahnya terlihat jelas
Waktu mempersamarkannya
Dan itu pun hanya sekelibat sekilas
Tapi ku tahu, ia kan menoleh tuk peduli

Sapa ku terus mengalir dalam telinga hatinya
Hingga ia tak kuasa untuk mempertanyakannya
Kenapa? Ada apa dengan dirimu?
Sikap raga mempersoalkan suasana padaku

Ku tergugah dalam balut senyum tipis ini
Semua tentang hidup terpapar begitu saja
Deras keluar melalui mulut ini
Bukan, bukan mutut yang bicara

Tapi hati yang membuat luluh tekuk ini bergetar
Menyampaikan isi surat yang tak bertuan
Membalikkan fiksi menjadi fakta yang terus berputar
Hingga ia sadar kembali pada kuasa Tuhan

Tugasku sudah penuh tertuntaskan kepadanya
Budi bahasa menjadi saksi bisu dalam suasana ini
Tak melihat tak mendengarkan
Harapan datang pada Pahlawan Tanpa Tanda Bahasa