Selasa, 12 Juli 2016

CeritaPengalaman: "Mamah"


Salah satu tokoh teladan dalam keluarga saya adalah mamah. Ya, pasti banyak diantara kalian yang sangat mengidolakan mamah dan sangat mencintainya. Dialah seorang ibu yang sangat berjasa bagi kita semua para anak. Dan mamah saya, beliau adalah orang yang sangat luar biasa. Beliau selalu melakukan yang terbaik hanya untuk kebaikan anaknya. 

Mamah adalah seorang ibu rumah tangga seperti kebanyakan wanita lainnya. Mamah selalu baik dan perhatian, meskipun ia sedang marah tetapi marahnya adalah bentuk dari perhatian dan kasih sayang. Beliau tak kenal lelah bahkan saat ia sedang sakit. Mamah, ia adalah orang yang rela mengorbankan apapun, harta bahkan nyawa demi kebahagiaan anaknya.

Mamah saya termasuk  orang yang sangat khawatiran, ia selalu memperlakukan saya seperti anak kecil dan bisa dibilang selalu dimanjakan. Mamah selalu menanyakan keadaan saya kapan pun dan dimana pun, baik di sekolah atau diperjalanan. Ia selalu bertanya tentang kabar, teman dan tentang pelajaran, tak lupa ia selalu mengingatkanku untuk selalu tepat waktu dalam mengerjakan ibadah (shalat). Hal itu membuat saya sangat bersyukur dapat memiliki seorang ibu yang selalu perhatian dan sayang. Tapi mungkin ada sebagian orang yang akan merasa risih jika diperlakukan seperti itu (seperti anak kecil).

Di rumah pun begitu, mamah selalu saja cerewet. Sebenarnya hal tersebut bagus dan baik, tetapi terkadang saya juga jadi merasa risih dan kesal, bahkan saya juga bisa sampai marah terhadap hal tersebut. Dan itulah yang kadang membuat saya menyesal dan sedih. Rasa sedih itupun saya tuangkan dalam do’a dan usaha untuk memuat mamah merasa bahagia dan bangga terhadap saya.

Mamah merupakan orang yang sangat tegar, sangat kuat. Beliau rela dihina dicemooh oleh orang lain, bahkan oleh tetangga sendiri hanya untuk melihat anaknya bahagia. Mamah tak sedikit pun merasa malu atau gengsi. Beliau juga yang selalu tidur lebih larut untuk mendoakan anaknya dan bangun lebih pagi untuk menyiapkan segala kebutuhan anaknya.

Tak ada yang bisa saya tuliskan untuk menggambarkan luar biasanya jasa mamah, besarnya kasih mamah dan tulusnya cinta mamah. Harapan beliau untuk melihat anaknya sukses, itulah yang menjadi motivasi saya untuk menjadi yang terbaik.

Sekian yang kali ini dapat saya bagi, semoga cerita ini bisa membuat kalian lebih hormat dan sayang pada orang tua. Jangan lupa komentarnya yaaa :)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar