
Salah satu tokoh teladan dalam keluarga saya adalah
mamah. Ya, pasti banyak diantara kalian yang sangat mengidolakan mamah dan
sangat mencintainya. Dialah seorang ibu yang sangat berjasa bagi kita semua
para anak. Dan mamah saya, beliau adalah orang yang sangat luar biasa. Beliau
selalu melakukan yang terbaik hanya untuk kebaikan anaknya.
Mamah adalah seorang ibu rumah tangga seperti
kebanyakan wanita lainnya. Mamah selalu baik dan perhatian, meskipun ia sedang
marah tetapi marahnya adalah bentuk dari perhatian dan kasih sayang. Beliau tak
kenal lelah bahkan saat ia sedang sakit. Mamah, ia adalah orang yang rela
mengorbankan apapun, harta bahkan nyawa demi kebahagiaan anaknya.
Mamah saya termasuk
orang yang sangat khawatiran, ia selalu memperlakukan saya seperti anak
kecil dan bisa dibilang selalu dimanjakan. Mamah selalu menanyakan keadaan saya
kapan pun dan dimana pun, baik di sekolah atau diperjalanan. Ia selalu bertanya
tentang kabar, teman dan tentang pelajaran, tak lupa ia selalu mengingatkanku
untuk selalu tepat waktu dalam mengerjakan ibadah (shalat). Hal itu membuat
saya sangat bersyukur dapat memiliki seorang ibu yang selalu perhatian dan
sayang. Tapi mungkin ada sebagian orang yang akan merasa risih jika
diperlakukan seperti itu (seperti anak kecil).
Di rumah pun begitu, mamah selalu saja cerewet.
Sebenarnya hal tersebut bagus dan baik, tetapi terkadang saya juga jadi merasa
risih dan kesal, bahkan saya juga bisa sampai marah terhadap hal tersebut. Dan itulah
yang kadang membuat saya menyesal dan sedih. Rasa sedih itupun saya tuangkan
dalam do’a dan usaha untuk memuat mamah merasa bahagia dan bangga terhadap
saya.
Mamah merupakan orang yang sangat tegar, sangat
kuat. Beliau rela dihina dicemooh oleh orang lain, bahkan oleh tetangga sendiri
hanya untuk melihat anaknya bahagia. Mamah tak sedikit pun merasa malu atau
gengsi. Beliau juga yang selalu tidur lebih larut untuk mendoakan anaknya dan
bangun lebih pagi untuk menyiapkan segala kebutuhan anaknya.
Tak ada yang bisa saya tuliskan untuk menggambarkan luar
biasanya jasa mamah, besarnya kasih mamah dan tulusnya cinta mamah. Harapan beliau
untuk melihat anaknya sukses, itulah yang menjadi motivasi saya untuk menjadi
yang terbaik.
Sekian yang kali ini dapat saya bagi, semoga cerita
ini bisa membuat kalian lebih hormat dan sayang pada orang tua. Jangan lupa komentarnya yaaa :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar