
👩 Bronkhitis adalah salah satu penyakit yang disebabkan virus
yang menyerang saluran pernafasan yaitu bronkus (cabang saluran ke paru-paru). Dan
hal ini yang pernah terjadi padaku, saat itu umurku baru saja menginjak 6 tahun
dan aku pun tak mengerti tentang penyakitku ini. Aku tak ingat semua gejala
yang terjadi pada tubuhku. Tapi mamah bilang, dulu aku sering sekali mengalami
batuk-batuk hingga berminggu-minggu, selain itu aku juga sering tidur dengan
tidak memakai selimut bahkan dengan tidak memakai baju, mamah bilang ini karena
aku selalu merasa gerah.☀
Ketika itu hanya kakak yang menyadari ada yang tidak beres
pada tubuhku dan menyarankan orang tuaku untuk membawaku berobat ke rumah
sakit. Akhirnya aku pun dibawa ke sebuah rumah sakit bernama Serumpun Bambu
yang berada di daerah Cimahi, Jawa Barat. Disana aku menjalani banyak tes. Tentunya
bukan tes seperti yang diberikan guru atau pun seperti tes pelajaran. Tapi serangkaian
tes seperti tes darah, tes dahak, tes rongsen,
dan lainnya. Setelah menjalani banyak tes. Dokter yang memeriksaku berkata bahwa
paru-paruku sudah mulai terkena virus dan seperti berlubang, tentunya hal ini
bukan tanpa sebab. Dokter bilang hal ini dikarenakan adanya zat dari asap rokok
yang mengendap merusak saluran bronkus di paru-paruku. Dan menurutku dokter itu
memang benar, orang tuaku khususnya ayahku adalah seorang perokok aktif yang
selalu merokok di dekatku. Dan aku pun mau tak mau ikut menghirup asap rokok
yang berbahaya itu.
Dokter menyarankan agar aku menjalani rawat jalan, yaitu
melakukan pengobatan rutin dan berkala dengan waktu yang telah ditentukan. Dokter
memberikan hanya satu obat saja padaku, namun obat tersebut adalah obat racikan
berbentuk serbuk yang dibungkus kertas khusus dan tentunya dengan takaran yang
sesuai. Obat ini hanya dibuat oleh dokter dan tidak dijual di apotek manapun. Aku
tau, pasti obat yang ku minum ini bukan hanya terdiri dari satu obat saja. Namun
terdiri dari banyak obat-obatan yang kemudian diracik dan dibuat serbuk. Dokter
melakukan hal itu karena kondisiku yang memang masih anak-anak dan tidak dapat
meminum obat tablet atau kapsul apalagi dengan komposisi yang banyak.
🏩 Selain itu, aku juga harus selalu melakukan cek darah. Aku lupa
entah dua minggu sekali atau satu bulan sekali aku melakukan hal itu. Dengan usiaku
yang masih terbilang kecil, melakukan cek darah menggunakan jarum suntik dan
dilakukan tidak hanya satu kali, membuat aku sedikit merasa takut dan trauma. Namun,
aku bersyukur ada mamah dan ayah yang selalu berada di dekatku dan menjagaku.
Di setiap harinya, aku harus selalu meminum obat yang sangat
pahit itu tiga kali dalam sehari dengan didukung oleh asupan makanan yang
bergizi pula. Dan pastinya harus selalu menghindari asap rokok, karena jika
sedikit saja menghirupnya maka hidungku akan merasa sakit dan batuk-batuk.
Pengobatan ini kulakukan hingga satu tahun lamanya, hingga
dokter benar-benar men-diagnosa (dipastikan,
ditentukan, ditepatkan) bahwa aku sudah sembuh total. Tetapi tetap dokter
menyarankan pola hidup yang sehat harus aku dapatkan. Dokter juga bilang bahwa
olahraga air, seperti renang, bagus dan baik untuk kesehatan paru-paruku agar
menjadi kuat dan sehat.
Hal itu merupakan pengalaman yang benar-benar membuatku
benci akan rokok. Setelah aku sembuh dari penyakit itu aku pun kembali bebas
untuk dapat bermain dan bersenang-senang bersama teman-temanku kembali. Nah,
untuk pembaca jangan sampai kalian terkena penyakit ini yaa, jagalah selalu
paru-paru kalian agar tetap bersih dan jauhilah asap rokok. Sekian dan semoga
bermanfaat yaa, eitsss jangan lupa juga untuk memberikan komentarnya 😉😃😄😊😁👌👍👧
Tidak ada komentar:
Posting Komentar