Hai,.. Nama saya Leni
Mauliani, biasa dipanggil Leni. Saya
kelas X TP4 –A di SMKN 1 Cimahi. Saya lahir di Cimahi pada tanggal 6 Juli 1999.
Saya merupakan anak kedua dan bungsu dari 2 bersaudara. Saya saat ini tinggal
bersama kedua orang tua. Ayah saya bernama Eman Sulaeman dan Ibu saya bernama
Tintin Treniasih. Saya memiliki seorang kakak perempuan yang bernama Lina
Kurnia, dia suadah menikah dan memiliki tiga orang anak. Sehingga saya pun
menjadi seorang tante, saya biasa di sebut bibi kecil oleh ketiga keponakan
saya. Keponakan pertama sudah berusia 12 tahun, yang bernama Avivah Nur Rohmah,
keponakan yang ketiga bernama Gaida Nur Azahra, dia saat ini berusia 9 tahun dan
keponakan saya yang terakhir, dia laki-laki dan bernama Muhammad Arfan Sidiq.
Riwayat pendidikan sya dimulai pada saat masuk TK Nur
Saadah yang masih bertempat di cibogo, kemudia di umur 7 tahun saya melanjutkan
sekolah ke SD Budhi Luhur, disana mulanya saya tidak begitu pandai bergaul,
sehingga sering di sebut sebagai Si Pendiam,
tetapi ibarat peribahasa “air tenang, menghanyutkan”.. Orang diam
biasanya berilmu tinggi, walaupun saya seorang yang pendiam tetapi saya dapat
berprestsi di sekolah, dan minimal meraih rengking 3 besar di kelas. Dulu saya
sangat hoby menggambar dan mulai mengikuti beberapa perlombaan di SD,
Alhamdulillah, ada prestasi lain yang dapat di capai selain pringkat di
sekolah, walaupu lomba menggarmbar tersebut hanya sampai tinggkat Kota.
Beda dengan
sikap di rumah, ada sedikit rasa canggung saat ingin bersosialisasi di
lingkungan rumah, dikarenakan lingkungan yang menurut saya kurang baik.
Lingkungan yang saat itu masih minim tentang tata cara etika, membuat saya
memilih untuk bermain di rumah bersama keponakan, walau kadang membosankan.
Tetapi, seirin waktu. Lanjut, tentang riwayat pendidikan, setelah saya lulus SD
dengan hasil UN yang tidak terlalu memuaskan. Saya optimis untuk melanjutkan
sekolah ke SMPN 2 Cimahi, petualangan hidup pun dimulai, suasana baru yang beda
dan awalnya membuat grogi,saya berusaha membiasakan diri. Banyak teman yang
peduli dan baik tapi tak jarang pula teman yang bersikap bulliying. Dan hal
tersebut terjadi pada saya, saat duduk di bangku kelas delapan SMP.
Saya ingin berbagi kisah hidup yang ungkin ada yang
mengalaminya pula. Di awali saat pertama masuk kelas delapan, awalnya merasa
semangat bertemu dia, tapi awal semester satu saja, saya mulai meras tidak
cocok berteman dengannya. Dia orang ynag baik, tapi juga jahat. Menganggap saya
orang yang dapat diandalkan dia mulai memanfaatkan saya, pertama sih saya
merasa tidak masalah. Tapi dengan keadaan yang kurang baik, saya memutuskan
untuk menegurnya dengan tegas. Dan apa reponnya? Dia, malah tidak terima walau
saya menegurnya dengan baik. Di situasi tersebut, saya mulai merasa tidak
nyaman dengannya, di membuli saya awalnya hanya dengan pembicaraan. Lama
kelamaan dia mulai main bentak, bak seperti di film drama saja, lucu sih, tapi
menyakitkan. Dengan keadaan saya yang mudah menangis, dia makin senang membuli
saya, tak tau apa pikirannya. Tapi saya pun tak ingin merasa benar, introkpeksi
diri dan mengambil hikmah itulah yang terbaik. Saya, tidak menceritakan secara
detail.
Lanjut, tentang riwayat pendidikan, setelah lulus dari
SMP dengan hasil NEM yang sangat tidak memuaskan . saya mencoba mendaftarkan
diri ke SMKN 1 Cimahi. Disitu, tantangan muncul kembali. Awalnya memang tidak
terpikirkan untuk mendaftarksn diri ke sekolah tersebut dan itu disarankan dari
orang tua. Tapi apa boleh buat, untuk membanggakan orag tua. Awal ingin
mendaftar diri sebagai calon siswa, banyak sekali informasi yang saya belum
ketahui. Selain itu, banyak pula kendalanya, salah satunya saat di perjalanan
motor mamah seringkali mogok dan pernah saat di SMK, saya salah menggunakan
pakaian, yang seharusnya menggunakan seragam sekolah SMP, saya malah
menggunakan pakaian bebas.
Di samping tentang pendidikan dan sekolah, saya pun
ingin berbagi pengalaman mengenai
kehidupan. Dalm kehidupan pasti ada masalah, dan janganlah kamu mengeluh
ataupun berputus asa dalam hal tersebut karena cara terbaik menyelesaikan
masalah adalah dengan menghadapinya, tentu dengan hati iklhas. Banyak sekali
masalah dalam hidup saya ini, mulai dari orang tua yang usahany tertipu terus,
sehingga bangkrut dan rumah satu-satunya harus dijual. Sampai pada saat itu
saya dan orangtua harus tinggal di rumah yang hanya temboknya dilapisi oleh
seng bekas. Apa yan bisa saya lakukan, yaitu menghadapinya dan selalu berdoa
kepada yang maha kuasa.Saya termasuk orang yang sakit sakitan, saya di umur 6
tahun di diagnosa oleh dokter, mengidap penyakit Bronkhitis, dan hal tersebut
disebabkan oleh asap rokok. Ayah saya adalah seorang perokok berat, dan untuk
saya dapat sembuh, membutuhkan waktu pengobatan selama 1 tahun. Alhamdulillah,
saya dapat melewati itu semua . hidup memanglah tak mudah untuk di hadapi, tapi
dapat kita jalani.
Selain itu, saya juga memiliki pengalaman menyeramken
sekaligus membuat saya ketawa, saat dulu lingkungan rumah saya, sering orang
percaya mengenai mahluk halus seperti tuyul. Tuyul adalah mahluk halus suaruhan
orang untuk berbuat tidak baik, yaitu untuk mencuri uang. Di siang hari ketika
kakak say sedang tidur tiba-tiba terbangun karena, merasa anak kakak saya tersebut
mengompol. Dan tiba-tiba dia melihat sesosok asap putih keluar dari balik
tembok, awalnya asap tersebut menggumpal dan akhirnya membentuk sebuah tubuh
seperti seorang anak kecil yang botak.
Sontak, dengan spontan kakak saya langsung menutup dirinya
degngan selimut dan mulai membaca surah yang dihafalnya. Dengan seketika,
mahluk tersebut hilang, tetapi uang kakak saya pun ikut hilang. Ada lagi ceriat
lainnya, yaitu di tengah malam, orang biasa bilang jika mendengar suara anak
ayam dan air menetes, walaupun tidak ada, itu berarti akan ada mahluk halus
perempuan berambut panjang mengenakan baju putih yang panjang, yang biasa
disebut dengan kuntilanak. Hal tersebut, ternyata terjadi pada kakak saya lagi
dan ini lebih menyeramkan, karena setelah dia mendengar suara-suara tersebut,
dia langsung melihat hantu itu sedang duduk di kakinya dengan posisi
membelakanginya. Dia merasa kakinya dingin dan berat, ingin rasanya dia lari,
tetapi badannya kaku seperti terpaku. Dan dia tidur sendiri di kamar yang sedang
di kunci. Dan dia seketika tak sadarkan diri.Dari peristiwa itu, kakak saya
sering kesurupan dan tak sadarkan diri secara tiba-tiba.
Banyak cerita lainnya yang seru dan menarik. Tetapi tidak
dapat say seritakan secara banyak dan detail. Mungkin, ini dapat menjadi
inspirasi dan manfaat untuk semuannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar