Jumat, 01 Juli 2016

BIOGRAPHY OF MY SELF




            Hai,.. Nama saya  Leni Mauliani, biasa dipanggil Leni. Saya kelas X TP4 –A di SMKN 1 Cimahi. Saya lahir di Cimahi pada tanggal 6 Juli 1999. Saya merupakan anak kedua dan bungsu dari 2 bersaudara. Saya saat ini tinggal bersama kedua orang tua. Ayah saya bernama Eman Sulaeman dan Ibu saya bernama Tintin Treniasih. Saya memiliki seorang kakak perempuan yang bernama Lina Kurnia, dia suadah menikah dan memiliki tiga orang anak. Sehingga saya pun menjadi seorang tante, saya biasa di sebut bibi kecil oleh ketiga keponakan saya. Keponakan pertama sudah berusia 12 tahun, yang bernama Avivah Nur Rohmah, keponakan yang ketiga bernama Gaida Nur Azahra, dia saat ini berusia 9 tahun dan keponakan saya yang terakhir, dia laki-laki dan bernama Muhammad Arfan Sidiq.


            Riwayat pendidikan sya dimulai pada saat masuk TK Nur Saadah yang masih bertempat di cibogo, kemudia di umur 7 tahun saya melanjutkan sekolah ke SD Budhi Luhur, disana mulanya saya tidak begitu pandai bergaul, sehingga sering di sebut sebagai Si Pendiam,  tetapi ibarat peribahasa “air tenang, menghanyutkan”.. Orang diam biasanya berilmu tinggi, walaupun saya seorang yang pendiam tetapi saya dapat berprestsi di sekolah, dan minimal meraih rengking 3 besar di kelas. Dulu saya sangat hoby menggambar dan mulai mengikuti beberapa perlombaan di SD, Alhamdulillah, ada prestasi lain yang dapat di capai selain pringkat di sekolah, walaupu lomba menggarmbar tersebut hanya sampai tinggkat Kota.


Beda dengan sikap di rumah, ada sedikit rasa canggung saat ingin bersosialisasi di lingkungan rumah, dikarenakan lingkungan yang menurut saya kurang baik. Lingkungan yang saat itu masih minim tentang tata cara etika, membuat saya memilih untuk bermain di rumah bersama keponakan, walau kadang membosankan. Tetapi, seirin waktu. Lanjut, tentang riwayat pendidikan, setelah saya lulus SD dengan hasil UN yang tidak terlalu memuaskan. Saya optimis untuk melanjutkan sekolah ke SMPN 2 Cimahi, petualangan hidup pun dimulai, suasana baru yang beda dan awalnya membuat grogi,saya berusaha membiasakan diri. Banyak teman yang peduli dan baik tapi tak jarang pula teman yang bersikap bulliying. Dan hal tersebut terjadi pada saya, saat duduk di bangku kelas delapan SMP.

            Saya ingin berbagi kisah hidup yang ungkin ada yang mengalaminya pula. Di awali saat pertama masuk kelas delapan, awalnya merasa semangat bertemu dia, tapi awal semester satu saja, saya mulai meras tidak cocok berteman dengannya. Dia orang ynag baik, tapi juga jahat. Menganggap saya orang yang dapat diandalkan dia mulai memanfaatkan saya, pertama sih saya merasa tidak masalah. Tapi dengan keadaan yang kurang baik, saya memutuskan untuk menegurnya dengan tegas. Dan apa reponnya? Dia, malah tidak terima walau saya menegurnya dengan baik. Di situasi tersebut, saya mulai merasa tidak nyaman dengannya, di membuli saya awalnya hanya dengan pembicaraan. Lama kelamaan dia mulai main bentak, bak seperti di film drama saja, lucu sih, tapi menyakitkan. Dengan keadaan saya yang mudah menangis, dia makin senang membuli saya, tak tau apa pikirannya. Tapi saya pun tak ingin merasa benar, introkpeksi diri dan mengambil hikmah itulah yang terbaik. Saya, tidak menceritakan secara detail.


            Lanjut, tentang riwayat pendidikan, setelah lulus dari SMP dengan hasil NEM yang sangat tidak memuaskan . saya mencoba mendaftarkan diri ke SMKN 1 Cimahi. Disitu, tantangan muncul kembali. Awalnya memang tidak terpikirkan untuk mendaftarksn diri ke sekolah tersebut dan itu disarankan dari orang tua. Tapi apa boleh buat, untuk membanggakan orag tua. Awal ingin mendaftar diri sebagai calon siswa, banyak sekali informasi yang saya belum ketahui. Selain itu, banyak pula kendalanya, salah satunya saat di perjalanan motor mamah seringkali mogok dan pernah saat di SMK, saya salah menggunakan pakaian, yang seharusnya menggunakan seragam sekolah SMP, saya malah menggunakan  pakaian bebas.


            Di samping tentang pendidikan dan sekolah, saya pun ingin  berbagi pengalaman mengenai kehidupan. Dalm kehidupan pasti ada masalah, dan janganlah kamu mengeluh ataupun berputus asa dalam hal tersebut karena cara terbaik menyelesaikan masalah adalah dengan menghadapinya, tentu dengan hati iklhas. Banyak sekali masalah dalam hidup saya ini, mulai dari orang tua yang usahany tertipu terus, sehingga bangkrut dan rumah satu-satunya harus dijual. Sampai pada saat itu saya dan orangtua harus tinggal di rumah yang hanya temboknya dilapisi oleh seng bekas. Apa yan bisa saya lakukan, yaitu menghadapinya dan selalu berdoa kepada yang maha kuasa.Saya termasuk orang yang sakit sakitan, saya di umur 6 tahun di diagnosa oleh dokter, mengidap penyakit Bronkhitis, dan hal tersebut disebabkan oleh asap rokok. Ayah saya adalah seorang perokok berat, dan untuk saya dapat sembuh, membutuhkan waktu pengobatan selama 1 tahun. Alhamdulillah, saya dapat melewati itu semua . hidup memanglah tak mudah untuk di hadapi, tapi dapat kita jalani.


            Selain itu, saya juga memiliki pengalaman menyeramken sekaligus membuat saya ketawa, saat dulu lingkungan rumah saya, sering orang percaya mengenai mahluk halus seperti tuyul. Tuyul adalah mahluk halus suaruhan orang untuk berbuat tidak baik, yaitu untuk mencuri uang. Di siang hari ketika kakak say sedang tidur tiba-tiba terbangun karena, merasa anak kakak saya tersebut mengompol. Dan tiba-tiba dia melihat sesosok asap putih keluar dari balik tembok, awalnya asap tersebut menggumpal dan akhirnya membentuk sebuah tubuh seperti seorang anak kecil yang botak.


            Sontak, dengan spontan kakak saya langsung menutup dirinya degngan selimut dan mulai membaca surah yang dihafalnya. Dengan seketika, mahluk tersebut hilang, tetapi uang kakak saya pun ikut hilang. Ada lagi ceriat lainnya, yaitu di tengah malam, orang biasa bilang jika mendengar suara anak ayam dan air menetes, walaupun tidak ada, itu berarti akan ada mahluk halus perempuan berambut panjang mengenakan baju putih yang panjang, yang biasa disebut dengan kuntilanak. Hal tersebut, ternyata terjadi pada kakak saya lagi dan ini lebih menyeramkan, karena setelah dia mendengar suara-suara tersebut, dia langsung melihat hantu itu sedang duduk di kakinya dengan posisi membelakanginya. Dia merasa kakinya dingin dan berat, ingin rasanya dia lari, tetapi badannya kaku seperti terpaku. Dan dia tidur sendiri di kamar yang sedang di kunci. Dan dia seketika tak sadarkan diri.Dari peristiwa itu, kakak saya sering kesurupan dan tak sadarkan diri secara tiba-tiba. 


            Banyak cerita lainnya yang seru dan menarik. Tetapi tidak dapat say seritakan secara banyak dan detail. Mungkin, ini dapat menjadi inspirasi dan manfaat untuk semuannya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar